Berhenti Bekerja Jika Tidak Mau Terserang Penyakit Ini!

1 Juni 2015

Segera berhenti bekerja atau Anda jadi korban selanjutnya! Saat ini, kasus pekerja yang menderita alergi akibat lingkungan kerja terus meningkat. Secara global, asma menjadi reaksi alergi terbanyak di lingkungan pekerja.

Pemicunya bisa berasal dari berbagai hal, termasuk faktor lingkungan kerja yang penuh paparan kimia. Bahkan, di beberapa tempat kerja, ada yang menjadi penyebab alergi pada karyawannya secara signifikan.

Angka alergi pada pekerja paling tinggi terjadi di pabrik deterjen, yaitu hampir 50 persen. Kedua, terjadi di perusahaan bakery atau tepung roti, yakni sebesar 30 persen.

Biasanya, alergi pada pekerja bukanlah turunan keluarga. Maka dari itu, jumlah penderita alergi akibat lingkungan kerja bisa terus meningkat. Selain asma, para pekerja juga bisa terserang alergi kulit. Alergi jenis ini lebih mudah dikenali.

Alergi kulit akibat lingkungan kerja, terbagi menjadi dua, yaitu iritasi dari bahan kimia yang keras dan alergi ringan, seperti biduran atau merah-merah pada kulit.

Bagaimana cara mengatasinya?

Meski sudah mengenakan alat pelindung diri (APD), seperti masker, tetap saja pekerja yang sudah terpapar alergen sekecil apa pun tetap rentan terhadap asma.

Spesialis kedokteran okupasi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Astrid Sulitsomo menyatakan, agar tidak terserang alergi, pilihannya adalah dia tidak bekerja di tempat yang menjadi pemicu alergi. Jika tetap bertahan, pekerja tetap perlu diberi tahu risikonya. Sebab, alergi tidak mungkin diobati terus, jika sudah terkena alergi, itu tidak bisa hilang.  Itu tergantung pilihan masing-masing pekerja.

Apa pun jenis pekerjaannya, sebaiknya Anda mengenali pekerjaan Anda, apa saja risikonya, dan bagaimana cara kerja yang baik dan aman untuk meminimalisasi terserang alergi.

Untuk mengatasi hal ini, perusahaan juga sangat berperan dalam meningkatkan kualitas hidup para pekerjanya. Alergi yang timbul dari lingkungan pekerjaan secara tidak langsung menjadi tanggung jawab perusahaan.

Bagaimana pun alergi membuat para pekerja menjadi tidak produktif dan dari segi produktivitas, perusahaan bisa mengalami kerugian. Perusahaan diharuskan mengadakan pelatihan mengenai keselamatan kerja, memberi tahu prosedur kerja yang aman, hingga menyediakan asuransi kesehatan bagi para pekerjanya.

By Safety Sign Indonesia




Baca juga
1 Maret 2016
Di Negara Ini, Anak Diajarkan "Rasa Malu" Jika Menyerobot Antrean, Bagaimana dengan Indonesia?
Bagaimana rasanya jika kita sedang mengantre tiba-tiba ada orang yang menyerobot antrean tanpa permisi atau karena alasan keadaan darurat?

9 Juli 2015
Lemas Bekerja Saat Puasa? Hindari 5 Makanan Ini Saat Sahur!
Bekerja saat puasa, tubuh membutuhkan energi lebih agar Anda tidak mudah merasa lemas atau mengantuk. Maka dari itu, Anda harus mengubah beberapa kebiasaan agar tetap produktif saat bekerja di bulan puasa. Salah satunya dengan menghindari kebiasaan mengonsumsi beberapa makanan pemicu kelelahan berlebih, di antaranya

27 Mei 2015
Selamat! Fadeli Kembali Raih Penghargaan K3
Lagi, Bupati Lamongan, H Fadeli kembali memperoleh penghargaan sebagai pembina terbaik dalam Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3). Penghargaan tingkat Jawa Timur itu diserahkan langsung oleh Gubernur Jatim, Soekarwo Negara Grahadi Surabaya, Rabu (22/4) lalu.

26 Mei 2015
Kecelakaan Kerja Hulu Migas di Indonesia Masih Tinggi, Kenapa?
Angka kecelakaan kerja pada kegiatan hulu migas di sepanjang 2014 mencapai 159 kejadian. Di tahun sebelumnya, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat angka kecelakaan kerja mencapai 183.

25 Mei 2015
Bekerja Sambil Berdiri, Ini Dia Risikonya!
Beberapa pekerjaan, seperti pekerja pabrik atau teknisi mengharuskan seseorang berdiri hingga berjam-jam. Kondisi ini ternyata bisa menimbulkan beberapa efek terhadap kesehatan.

Pembayaran

  • BCA
  • No. Rek 777 – 0876553
    An. PT SAFETY SIGN INDONESIA

Tentang Kami

PT Safety Sign Indonesia 

Ruko Maple Kav E
Jl. Raya Gunung Batu No. 201
Bandung 40175
Jawa Barat - Indonesia

  • Phone 1 : 022 8606 5300 
  • Phone 2 : 022 601-0505
  • Mobile 1 : 0817 215 215
  • Mobile 2 : 0811 2257 997
  • Fax       : 022 2003 684 
  • Email    : [email protected]

fb icon Linkedin

© Safety Sign Indonesia. All Rights Reserved.